Minggu, 05 Februari 2017
Edukasi Pegang Peranan Penting Dalam Menangkal Penyebaran Hoax
Belakangan ini,masyarakat dan pemerintah Indonesia sedang dibuat "jengah" dengan fenomena penyebaran berita fitnah,hasut dan hoax yang semakin marak terjadi.
Melihat hal tersebut,Masyarakat Indonesia Anti Hoax pun memulai gerakan jangka panjang dalam bidang kontras narasi,edukasi,advokasi dan memperluas jejaring dengan silaturahmi.
Berbekal ribuan relawan di lebih dari 8 kota (Jakarta,Bandung,Surabaya,Yogyakarta,Semarang,Solo,Wonosobo,Batam) dan kota lain,sudah memulai aktivitas memerangi peredaran hoax ini.
Untuk itu,kami tidak berjalan sendiri,kami bersinergi dengan berbagai pihak,termasuk pemerintah,ormas,pemerintah daerah,tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat,ujar Septiaji Eko Nugroho selaku ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax saat ditemui.
Lebih lanjut,ia menuturkan langkah yang dapat masyarakat gunakan untuk mengurangi penyebaran hoax,paling tidak ada empat elemen yang menjadi target advokasi atau edukasi kami yaitu Keluarga,tokoh agama dan masyarakat serta pemerintah dan pengelola media sosial.
Aji dan teman-teman komunitas pun beberapa kali bertemu dengan media sosial besar di indonesia seperti Twitter,Google dan Facebook.
Terkait rencana Kemkominfo yang akan melakukan konferensi video dengan Facebook pada Senin 6/2/2017,Aji optimistis pertemuan kedua belah pihak akan menghasilkan sesuatu yang positifmdan masukkan dari beberapa teman komunitas dapat disampaikan kepada pihak yang terkait.
Pemerintah pun pegang peranan penting dalam pencegahan berita hoax.hanya saja,Aji tidak ingin terlalu bergantung dengan pemerintah.
Pemerintah dapat ikut andil dalam pencegahan penyebaran hoax ini disaat kasus-kasus tertentu saja.ada baiknya beberapa kasus yang terjadi saat ini di selesaikan dengan diskusi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar