Semenanjung Korea sedang memanas, Amerika Serikat telah mengerahkan armada tempurnya untuk meredam aksi provokasi Korea Utara yang kerap melakukan uji coba rudal bahkan senjata nuklir. disisi lain, Pyongyang bertekad akan habis-habisan membalas.
Mengkhawatirkan keselamatan warga negaranya, sejumlah negara mempertimbangkan untuk melakukan evakuasi. bagaimana dengan Indonesia?
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengatakan, sejauh ini belum ada rencana untuk mengevakuasi WNI dari Korea Selatan dan Korea Utara.
Berdasarkan data tahun 2016 yang dimiliki Kemlu RI, jumlah WNI di Korea Utara berkisar 30-40 orang, sementara itu WNI di Korea Selatan berkisar 38 ribu orang.
Namun, Indonesia tetap memantau secara intensif kondisi WNI serta situasi politik di kedua negara."Masih kita pantau situasi disana", kata Arrmanatha.
Tak hanya memantau, Kemlu juga mendorong berbagai pihak untuk melakukan deskalasi tensi dengan langkah perundingan terkait situasi di Semenanjung Korea.
Pada April 2017, tensi politik dan militer terkait situasi di Korea Utara perlahan mengalami eskalasi.
Eskalasi tesebut disebabkan negara pimpinan Kim Jong-un itu dipresiksi akan kembali melakukan tes misil nuklir untuk keenam kalinya.
Sementara itu, Amerika Serikat mengirim sejumlah armada kapal perangnya dekat dengan Semenanjung Korea sebagai bentuk respons atas kemungkinan uji coba nuklir Pyongyang.
Khawatir mengenai praduga meletusnya perang di semenanjung Korea, sejumlah negara dilaporkan tengah mempersiapkan melakukan rencana evakuasi warga negaranya dari Korea Utara dan Korea Selatan.
Kantor berita Express.co.uk melaporkan, AS tengah mempersiapkan program evakuasi warga negara AS di Korea Selatan jika konflik terbuka pecah di semenanjung Korea.
Program itu kabarnya akan berlangsung pada Juni 2017. rencananya evakuasi itu dilakukan dengan menyiapkan pintu keluar aman bagi 230 ribu warga AS jika perang pecah, demikian dikutip dari Express.co.uk pada Rabu,26 April 2017.
Selain itu, beredar kabar bahwa Jepang juga sedang mempersiapkan rencana penyelamatan dan evakuasi warga jika negaranya dihujam misil jarak jauh Korea Utara, seperti yang diwartakan Time, 25 April 2017.
Program itu dirancang oleh pemerintah Nippon dan muncul ke permukaan publik melalui sebuah situs elektronik yang dikelola oleh Cabinet Secretariat (Sekretariat Kabinet Jepang). situs itu mengalami lonjakan pengunjung dari masyarakat Negeri Sakura hingga 2,6 juta sepanjang April 2017.
Kekhawatiran Negeri Matahari Terbit menjadi target rudal nuklir Pyongyang dinilai masuk akal. Jepangdiketahui menampung sejumlah aset militer milik Amerika Serikat, yang saat ini menjadi seteru Kim Jong-un. sekitar 54 ribu pasukan dan sejumlah alutsista Negeri Paman Sam berada di Negeri Sakura.
========================================================================
Apakah anda sudah memiliki user ID untuk bermain Poker ? Jika belum segera hubungi
Customer Service Online kami di WWW.SALAMPOKER.COM dan Customer Service 24 jam kami
akan melayani anda dengan ramah mengenai proses registrasi dan deposit.
SALAMPOKER.COM merupakan solusi judi poker online terbaik dalam permainan poker.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar