Militan ISIS kabarnya merencanakan serangan bom mobil besar-besaran dan menargetkan Klang Valley di Kuala Lumpur, Malaysia. namun, polisi di Bukit Aman berhasil menggagalkan rencana itu dengan menangkap dua ekstrimis.
Keduanya teknisi pabrik Malaysia berusia 41 tahun dan seorang WNI 28 tahun yang merupakan petani termasuk di antara tujuh orang yang ditahan oleh Divisi Kontra Terorisme di Malaysia dan Selangor dalam beberapa penggerebekan pada 21-26 Februari 2017.
Menurut sumber, pria asal Indonesia itu memiliki keahlian dalam merakit bom. ia menerima pesanan dari militan terkenal bernama Mohammad Wanndy Mohammad Jedi di Suriah untuk merakit Vehicle-Borne Improvised Explosive Device (VBIED).
Penyergapan berhasil dilakukan dengan meretas komunikasi dengan Mohammad Wanndy dan tindakan cepat oleh polisi.
Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan tersangka Malaysia dan Indonesia ditahan di Kepong pada 21 Februari.
Khalid menuturkan, lima orang lainnya yang ditangkap dalam operasi kontra terorisme itu adalah pria Asia timur berusia 37 tahun dan empat warga Yaman.
"Militan Asia timur itu masuk Malaysia pada tahun 2011 menggunakan visa pelajar diyakini palsu dan terdaftar di sebuah institusi pendidikan tinggi di Lembah Klang. dia memiliki hubungan dengan kelompok teror Asia timur, yang digunakan Malaysia sebagai tempat transit dan lokasi persembunyian," tutur Khalid.
Khalid menambahkan tersangka memiliki hubungan dengan teroris Asia timur lainnya yang bertanggung jawab untuk mengatur perjalanan yang aman bagi para anggotanya untuk bergabung ISIS di Suriah.
Sebuah sumber mengatakan, militan Asia timur adalah etnis Uighur dari Urumqi, China. "Ia masuk Malaysia dengan visa pelajar untuk sekolah Master Bisnis Internasional di International Islamic University Malaysia di Gombak."
Sejauh ini para militan Yaman ditahan di Cyberjaya pada 26 Februari.
Beberapa paspor internasional dan uang 270 ribu ringgit Malaysia dan sejumlah mata uang asing juga disita dalam penggerebekan tersebut.
Sumber juga mengatakan para militan Yaman, berusia antara 26 dan 33 tahun, ditangkap selama kunjungan Penguasa Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Malaysia.
Belakangan diketahui bahwa sindikat pemalsuan itu telah beroperasi selama lebih dari satu tahun. penangkapan terakhir dalam operasi kontra terorisme ini menambah jumlah militan yang ditahan sejak Februari 2013 menjadi 278 orang.
=======================================================================
Apakah anda sudah memiliki user ID untuk bermain Poker ? Jika belum segera hubungi
Customer Service Online kami di WWW.SALAMPOKER.COM dan Customer Service 24 jam kami
akan melayani anda dengan ramah mengenai proses registrasi dan deposit.
SALAMPOKER.COM merupakan solusi judi poker online terbaik dalam permainan poker.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar